BNN, FOKAN dan GMDM Sinergi, Gelar HANI 2019 “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas” di Monas

SEBAGAI wujud kepedulian bersama dan dukungan terhadap pemerintah dalam upaya perang terhadap kejahatan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Presidium Nasional Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (Presnas FOKAN) dan Institusi Penerima Wajib Lapor Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah Dan Mengobati (IPWL Bakornas GMDM) menggelar kegiatan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 bertema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”, Minggu (30/06/19) di Silang Monas – Jakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian bersama demi mewujudkan visi Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) dimana pemerintah dan masyarakat atas nama rakyat Indonesia bersatu padu dan menyatakan perang terhadap kejahatan narkoba serta kepentingan lain pihak tertentu di belakangnya yang berusaha untuk menghancurkan bangsa ini melalui generasi muda penerusnya.

Hadir dalam kegiatan ini di antaranya, Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Drs. Arman Depari, Dewan Pakar BNN Brigjen Pol. Dr. Viktor Pudjiadi, Ketua Umum Presnas FOKAN/IPWL Bakornas GMDM Jefri Tambayong, SH, Sekjen FOKAN Ruliadi, salah seorang Pendiri Presnas FOKAN Sismanu Sutrisno dan para aktivis ormas dan gerakan anti narkoba seperti Granat, BFAD, Pemuda Pancasila, Ikatan RT/RW Jakarta, KNPI, GANNAS, YKPI, FPPI, Generasi Optimis Indonesia, Komunitas Ojek Online (Ojol) dan lain-lain.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Doa Lintas Agama dan aksi unik Tarian Kebudayaan Kabasaran dari TM Manguni 86. Dalam cara ini juga diadakan doorprize, pemberian sertifikat keanggotaan FOKAN oleh Ketua Umum FOKAN dan penyerahan apresiasi/penghargaan kepada para tokoh berprestasi oleh Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Drs. Arman Depari.

Kegiatan ini, selain bertujuan dalam rangka memperingati HANI 2019 juga mendorong masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba demi menyelamatkan generasi milenial penerus bangsa dari kejahatan narkoba dan mendukung pemerintah dalam upaya pemberantasan kejahatan narkoba serta upaya rehabilitasi penanggulangan narkoba melalui rehabilitasi terhadap penyalahguna narkoba.

“Pada tahun ini kita memperingati ‘hari keprihatinan’ bagi mereka yang sudah menjadi korban narkoba. Oleh karena itu, kita semua yang datang hadir ke sini untuk kembali memantapkan dan mengukuhkan keprihatinan kita, sekaligus kewaspadaan kita terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba,” kata Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Drs. Arman Depari dalam sambutannya.

Lebih lanjut Arman juga mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan BNN bahwa saat ini pelajar dan mahasiswa telah terpapar narkoba dalam angka yang sangat besar, sejumlah 2.300.000 orang. “Kalau ini tetap berkembang dan tanpa ada upaya kita untuk membatasi dan menghentikannya, bukan tidak mungkin pada tahun-tahun ke depan para pecandu dan penyalahguna narkoba akan bertambah,” kata Irjen Pol. Drs. Arman Depari.

Untuk itu, lanjut Arman, pihaknya tetap fokus pada kegiatan utama yakni, pertama bagaimana caranya melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tengah masyarakat melalui pengurangan, meminta atau permintaan dari masyarakat.

Kedua, bagaimana berupaya untuk menghentikan pasokan atau suplay, sehingga dua hal ini bisa dilakukan dengan baik. “Kemudian bagi mereka yang sudah terpapar atau sudah menjadi pecandu narkoba kita upayakan supaya mereka tetap mendapatkan hak untuk direhabilitasi,” kata Arman Depari yang juga Dewan Penasehat Presnas FOKAN.

Oleh karena itu, kata Arman Depari, acara HANI 2019 ini difokuskan pada kegiatan memberikan pencerahan, penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat betul-betul paham dan peduli bagaimana harus membentengi diri dan menolak peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

“Sehingga kita harapkan nanti milenial-milenial kita ke depan itu betul-betul bisa bebas dari narkoba dalam masyarakat generasi muda yang cerdas, sehat dan mampu bersaing dan siap menerima tongkat kepemimpinan di masa depan,” harapnya.

Sementara, GMDM sendiri menurut Arman Depari merupakan salah satu mitra strategis BNN untuk menjangkau masyarakat di setiap lapisan, baik usia muda, remaja dan dewasa, termasuk untuk semua profesi. Tidak hanya terbatas pegawai negeri, tapi juga kepolisian, TNI, kejaksaan dan semua lapisan masyarakat.

“Melalui GMDM kita satukan visi, menyatukan kegiatan dan program kita untuk tetap bersinergi bersama-sama mencegah, menolak dan melawan peredaran gelap narkoba itu di masyarakat,” kata Irjen Pol. Drs. Arman Depari.

Sementara di tempat yang sama, Ketua Umum Presnas FOKAN/IPWL Bakornas GMDM Jefri Tambayong, SH menegaskan bahwa usaha GMDM dan FOKAN bekerjasama dengan BNN melalui Deputi Berantas adalah bersinergi untuk melaksanakan P4GN. ”Jadi dalam pelaksanaan P4GN ini kami melibatkan swasta maupun pemerintah, bersinergi untuk mempunyai satu tema ‘Bersatu Menuju Indonesia Bersinar’,” kata Jefri.

Jefri mengatakan, penanganan masalah narkoba ini harus ada kesatuan antara pemerintah, masyarakat dan semua stakeholder lainnya. “Karena itu kami memberikan semangat dan apresiasi untuk BNN dan semua teman-teman yang hari ini hadir di Monas untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” tandasnya. ED – JAKARTA

Cybertroop Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BNN Ingin Generasi Milenial Bersih Narkoba

Ming Jun 30 , 2019
SEBAGAI wujud kepedulian bersama dan dukungan terhadap pemerintah dalam upaya perang terhadap kejahatan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Presidium Nasional Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (Presnas FOKAN) dan Institusi Penerima Wajib Lapor Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah Dan Mengobati (IPWL Bakornas GMDM) menggelar kegiatan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional […]