BNN Ungkap Penyelundupan Narkotika dari Pulau Penang

Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil melakukan penggerebekan terhadap seseorang yang diduga membawa barang berupa Narkotika jenis Sabu di sebuah Rumah Makan Pondok Kuliner Renggali Jalan Banda Aceh KM 5, Alue Dua Langsa Baru, Kota Langsa Aceh Timur, pada Selasa (30/07/2019) Siang.

Barang bukti narkoba tersebut dijemput dan dibawa langsung dengan menggunakan kapal melalui jalur laut dari Pulau Pinang (Penang) Malaysia menuju Perairan Aceh Tamiang. Setibanya di darat, barang tersebut diangkut menggunakan mobil dengan tujuan Aceh Utara untuk disimpan di sebuah gudang dan rencana akan dikirim ke Medan melalui jalur darat.

Menurut informasi, sindikat ini terkait dengan para pelaku penyelundupan narkoba di Kisaran wilayah Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Tersangka yang berhasil diamankan Tim BNN berinisial NZR (kurir ARI) ini diketahui merupakan warga Panton Labu Kabupaten Aceh Utara Aceh.

Selain tersangka, Tim BNN juga berhasil menyita barang bukti berupa 2 (dua) karung berisi narkotika jenis sabu dengan jumlah sebanyak 29 bungkus seberat 29 Kg dalam kemasan teh dengan tulisan Cina berwarna kuning, 1 (satu) unit mobil Honda Jazz RS warna biru metallic bernomor Polisi BK-1687-RJ dan alat komunikasi HP. Hingga kini tim masih melakukan pengembangan terhadap para tersangka yang lain di daerah Panton Labu Aceh Utara.

“Ini adalah hasil penangkapan yang dilakukan oleh BNN beserta tim pada hari Selasa siang lalu dengan hasil narkotika jenis sabu 29 Kg yang disembunyikan dari Pulau Pinang atau Penang Malaysia ke Aceh Tamiang,” kata Deputi Berantas BNN Irjen Pol Arman Depari dalam keterangan Persnya.

Rencananya, kata Arman, barang ini sementara disimpan di gudang di Aceh Utara untuk kemudian dibawa melalui jalur jalur laut dan darat ke Medan, Sumatera Utara. “Jaringan ini ada kaitannya dengan kasus yang BNN ungkap di daerah Kisaran beberapa waktu yang lalu, dan saat ini BNN sedang mengembangkan untuk mengungkap jaringan dan seluruh aset yang dimiliki oleh para tersangka,” ungkap Arman Depari.  ED BNN – JAKARTA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *