BRI Cabang Cepu Blora Digugat Debitur

Sebagai perusahaan BUMN raksasa Bank Rakyat Indonesia (BRI) dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik bagi nasabahnya. Namun hal berbeda dilakukan oleh BRI Cabang Cepu.

BRI Cabang Cepu diduga memberikan pelayanan kepada nasabahnya dengan kategori buruk. Pada tanggal 14januari 2019 PT BANK BRI Cq. BRI Cabang Cepu digugat oleh debiturnya.

Debitur BRI Atas nama Mujamil Hartono dan Istrinya Ibu Siti Suwati mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negri Blora dengan pokok-pokok gugatan yang secara umum berkaitan dengan mekanisme analisa kridit dan etika pegawai dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Untuk memperjuangkan hak-haknya Para penggugat (Debitur BRI) mengambil domisili Hukum pada Kantor Hukum Advokat “A. JUIANTO, S.H. & Rekan”.

Untuk memberikan pelayanan Hukum yang Prima Kantor Hukum tersebut menugaskan 2personilnya, Andreas Juianto & Wajinah untuk mewakili baik didalam maupun diluar pengadilan dalam perkara ini.

Saat dikonfirmasi Media BUSER NUSANTARA seusai sidang di pengadilan tata usaha Negara (PTUN) Jawa Tengah di Semarang Advokat Andreas Juianto membenarkan jika Klienya telah mengajukan Gugatan perbuatan melawan hukum terhadap BRI Cabang Cepu di Pengadilan Negri Blora.

Materi gugatan dalam perkara ini adalah berkaitan denganenisme pemberikan kridit dan proses lelang Di KPKNL semarang yang diduga mengandung cacat hukum.

Selain itu juga beberapa karyawan BRI juga mengintimidasi Penggugat dengan mengirimkan vidio eksekusi dan menyrbarkan mengatakan kepada tetangga kanan kiri jika tanah dan aset Nasabah telah terjual dan hal ini menyebabkan Mujamil dan keluarga merasa malu dan tertekan sehingga yang bersangkutan jatuh sakit. Menco – Blora

1 Komentar

  1. biar jadi pelajaran buat per BANK kan,biar tidak semena2 menekan debitur,dengan alasan yang gak jelas,debitur yang sudah jatuh,kolep,drop,malah di tekan,ditakuti,…astagfirallah…HACURKAN RIBA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *