Dihadapan Wakil Walikota Bogor, Mentan Tegaskan Lawan Alih Fungsi Lahan Pertanian

BOGOR – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalalm setiap kesempatan terus mengkampanyekan terkait pentingnya menjaga eksisting lahan pertanian agar kebutuhan pangan masyarakat 267 juta jiwa penduduk Indonesia bisa disediakan secara mandiri.

Kali ini, pria yang akrab disapa SYL secara tegas mengungkapkan dihadapan Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim agar sisa lahan pertanian yang ada saat ini tetap dijaga dan tidak beralih fungsi menjadi perumahan, mall, apartemen ataupun hotel.

“Saudara-saudari sekalian jumlah penduduk di Indonesia paling banyak di Pulau Jawa dan yang paling banyak di Pulau Jawa itu di Jawa Barat. Jadi kalau alih fungsi lahan dibiarkan, besok anak-anak kita mau makan apa. Oleh karena itu, bisa ada perumahan, bisa ada hotel. Tapi tidak boleh merusak lahan pertanian yang ada,” tegas Mentan SYL dalam Pelepasan Perdana Ekspor Larva Kering ke Inggris di PT Biocycle area Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Bogor, Selasa (03/03) petang.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut menjelaskan Peraturan Daerah (Perda) perlindungan lahan abadi pertanian untuk tidak dialihfungsikan sudah ditanda tangani para kepala daerah. Bagi pihak yang melakukan alih fungsi lahan sesuai dengan UU Nomor 51 tahun 2009, dikenakan sanksi penjara 5 tahun.

“Kalau itu by konspirasi tanda tangan DPR segala macam menghilangkan itu, penjaranya 8 tahun pak. Ada undang-undangnya itu” jelasnya.

Perlu diketahui, menurutnya negara telah mengeluarkan UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Kementerian Pertanian (Kementan) dalam hal ini telah secara aktif melakukan upaya pencegahan alih fungsi lahan secara masif melalui pemberian insentif bagi pemilik lahan, diantaranya dengan memberikan berbagai bantuan saprodi seperti alat mesin pertanian, pupuk, dan benih bersubsidi.

“Data pertanian itu harus satu, sehingga data yang dipegang Presiden, Gubernur, Bupati, Camat sampai kepala desa semuanya sama, termasuk masalah lahan pertanian dan produksi,” jelasnya.

Menurut SYL, data yang akurat tentunya menciptakan banyak program yang tepat guna dan tepat sasaran untuk percepatan kemajuan pertanian, khususnya petani di seluruh Indonesia itu sendiri. Dengan demikian, ke depan tak ada lagi polemik soal data lahan baik yang dipegang Kementan, BPS serta Kementerian dan lembaga lain.

“Rujukan kita adalah BPS. Jadi datanya harus satu. Tidak boleh tumpang tindih soal data. Pemerintah juga terus mendorong pemda jangan terlalu mudah memberikan rekomendasi alih fungsi lahan,” ujarnya.

Melansir data BPS 2019, melaui data yang diambil citra satelit melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA), luas lahan baku sawah di Indonesia saat ini menjadi 7,4 juta hektare. Padahal luasan sebelumnya  mengacu data BPS 2013 masih mencapai 7,75 juta hektare.

“Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan pertanian yang maju, modern dan mandiri, kita harus tegas melawan alih fungsi lahan agar bisa beri makan rakyat 267 juta jiwa. Maka itu menjadi langkah besar, tidak boleh melihat itu sebagai masalah kecil,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku siap bersama-sama Kementan menjaga eksisting lahan pertanian yang ada agar tak beralih fungsi. “Sebetulnya Kota Bogor sendiri sudah sempit, tapi kita punya lahan di Galuga, Kabupaten Bogor yang hingga saat ini hanya sebagian saja dimanfaatkan untuk tempat pembuangan akhir sampah (TPAS), maka dari itu jika ada petani atau peternak milenial yang hendak memanfaatkan usaha pertanian atau peternakan silahkan, jadi tak perlu jauh – jauh ke Riau,” ungkapnya.(*)

Cybertroop Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Serempetan Hingga Keroyok Polisi, Kakak Beradik di Purbalingga Diringkus

Kam Mar 5 , 2020
BOGOR – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalalm setiap kesempatan terus mengkampanyekan terkait pentingnya menjaga eksisting lahan pertanian agar kebutuhan pangan masyarakat 267 juta jiwa penduduk Indonesia bisa disediakan secara mandiri. Kali ini, pria yang akrab disapa SYL secara tegas mengungkapkan dihadapan Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim agar […]