Duel Maut: Dengan Usus Terburai, M. Solah Balas Tusuk Pamannya Hingga Tewas di Tempat

POLRES Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mengamankan Muhammad Solah (27), warga Desa Negeri Sindang, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten OKU lantaran telah menghilangkan nyawa seseorang, yakni Ahmad Fahri bin Muhammad (33), warga Desa yang sama dan merupakan paman dari pelaku sendiri.

Peristiwa berdarah antara keponakan dan paman ini terjadi, berawal pada saat malam pesta organ tunggal di sebuah acara hajatan di Desa Negeri Sindang, pada tanggal 19 Agustus 2019. Di sana sempat terjadi persilisihan antara pelaku dengan korban, lantaran korban meminta uang dengan paksa kepada adik pelaku bernama Fahmi untuk membeli minuman, namun tidak digubris oleh adik pelaku.

“Karena merasa masih ada hubungan saudara, pelaku yang melihat kejadian itu melerai keduanya. Namun paman pelaku malah merasa tersinggung dan sempat terjadi cekcok mulut dengan pelaku, kemudian berhasil dilerai oleh warga yang berada di lokasi hajatan,” kata Kapolres OKU AKBP Dra. NK Widayana Sulandari didampingi Kasubag Humas Polres OKU Kompol Rahmad Haji dan Kasatreskrim Polres OKU AKP Alex Andriyan, saat menggelar press release ungkap kasus di halaman Mapolres OKU, Senin (10/09/19).

Disampaikan Kapolres, usai cekcok di lokasi organ tunggal pelaku yang hendak pulang ke rumahnya ketika di perjalanan dicegat oleh korban Ahmad Fahri, sempat kembali terjadi cekcok dan perkelahian. Korban yang membawa senjata tajam jenis pisau menusuk pelaku tepat pada bagian perut. Namun pelaku yang masih dalam keadaan sadar mencabut pisau milik korban yang masih menancap di perutnya, lalu membalas dengan menusuk dada korban sebanyak 2 kali, sehingga menyebabkan korban meninggal di tempat kejadian.

“Ketika melihat korban sudah tergeletak, pelaku yang juga mengalami luka tusukan pada perut dengan usus yang terburai sempat berjalan sekitar 20 meter dari TKP. Lalu roboh dan berhasil ditolong oleh warga sekitar yang langsung membawa pelaku ke rumah sakit. Beruntung pelaku bisa diselamatkan setelah sempat dirawat selama 2 minggu di rumah sakit, sementara korban meninggal lokasi kejadian,” terang Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah menghilangkan nyawa seseorang, pelaku yang kini sudah diamankan di Mapolres OKU akan dikenakan pasal 338, tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara. Sementara barang bukti yang didapat pihak Kepolisian berupa beberapa helai pakaian korban dan pelaku beserta satu buah senjata tajam jenis pisau belati. FEMYLIA LARASSATI – OKU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *