Hujan Diprediksi Masih Tinggi Hingga Maret, Pemkot Antisipasi Potensi Bencana

BOGOR – Peluang masih tingginya potensi hujan lebat yang terjadi hingga akhir Maret 2020, perlu adanya langkah antisipasi dari semua unsur masyarakat dalam menghadapai potensi terjadinya bencana di Kota Bogor.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat memimpin apel siaga bencana tingkat kota di Lapangan Sempur, Bogor Tengah, Rabu (04/03)

“Pelaksanaan apel ini ditujukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana yang bisa muncul kapan saja.
Apalagi berdasarkan prediksi BMKG selama bulan Maret 2020 curah hujan masih tinggi. Untuk itu ia meminta kepada semua semua unsur yang memegang peranan penting untuk mengantisipasi bencana, termasuk para pimpinan puskesmas dan rumah sakit,” katanya.

Pihaknya juga mengajak untuk merapatkan barisan dan melakukan koordinasi dan konsolidasi, memastikan bencana dan potensi yang ada bisa diantisipasi. “Jadi, kedepan akan ada masa-masa kritis, karena itu mari kita lakukan antisipasi,” katanya.

Terkait dengan koordinasi, secara khusus Bima memerintahkan agar dilakukan secara intensif dalam rangka pemetaan, pembersihan, pengerukan semua titik-titik yang berpotensi menyumbat atau menghalangi air, mulai dari saluran air di pemukiman, maupun yang tersumbat oleh PKL.

Selain itu kata dia, pemetaan juga dilakukan terhadap titik-titik yang rawan longsor, baik di area pemukiman warga maupun area pemakaman. Potensi bencana yang ada tidak hanya banjir, namun juga potensi tanah longsor.

“Pastikan semua diawasi dan diantisipasi, petakan semuanya, baik yang ada penghuninya, yang jauh dari hunian maupun areal pemakaman. Tugas kita tidak hanya menjaga yang masih hidup tetapi juga yang sudah meninggal,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta kepada seluruh warga dimotori aparatur wilayah dibantu dinas terkait melakukan pemeriksaan dan pembersihan seluruh saluran air atau drainase atau tempat-tempat yang berpotensi menyumbat air sehingga menyebabkan banjir.

“Baik di kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) maupun Minggu Bersih (Mingsih). Semua berkoordinasi, jika memerlukan alat berat, lakukan koordinasi dengan dinas terkait,” katanya.

Ia juga meminta untuk memetakan dan memastikan titik-titik yang selama ini berpotensi dan sangat rawan munculnya bencana banjir atau bencana lainnya. Baik dalam skala mikro, saluran di pemukiman warga, maupun skala makro atau besar.

“Kegiatan ini tidak terbatas hanya hari ini, kepada semua jajaran Pemkot Bogor dan seluruh lapisan masyarakat, sarya meminta agar intensitas kegiatan pembersihan dilakukan secara menyeluruh di Kota Bogor,” jelasnya.

Usai memimpin apel, Bima didampingi Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Sekretariat Daerah (Sekda) Ade Sarip Hidayat serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan pengecekan aksi siaga bencana berupa normalisasi, pembersihan dan pengerukan di 3 titik utama di Kota Bogor.

Mulai dari Pasar Anyar, Danau Taman Sari tepatnya di Rt.03 Rw.15 Kelurahan Taman Sari Kecamatan Tanah Sareal dan saluran air di Jalan Bubulak, tepatnya dekat akses keluar Terminal Bubulak, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.(*)

Cybertroop Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dihadapan Wakil Walikota Bogor, Mentan Tegaskan Lawan Alih Fungsi Lahan Pertanian

Kam Mar 5 , 2020
BOGOR – Peluang masih tingginya potensi hujan lebat yang terjadi hingga akhir Maret 2020, perlu adanya langkah antisipasi dari semua unsur masyarakat dalam menghadapai potensi terjadinya bencana di Kota Bogor. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat memimpin apel siaga bencana tingkat kota di Lapangan Sempur, Bogor […]