Kasi Intelijen Kejari OKU Paparkan Peran Penting Ibu dalam Mendidik Anak Usia Dini

Kepala Kejaksaan Negeri OKU, Sumatera Selatan, Bayu Pramesti, SH yang diwakili Kasi Intelijen Abu Nawas, SH menghadiri kegiatan penyuluhan sosialisasi Upaya Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (KHA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (20/11/19).

Selain Kajari OKU, dalam kegiatan yang digelar bertempat di Gedung Serba Hotel Kemuning Baturaja, OKU ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten OKU diwakili Sekretaris Jhoni Hermawan, Pengurus Anggota dan Pegawai P2TP2A OKU, Pihak Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Staf Kelurahan Kemalaraja, Perwakilan Guru se-Kabupaten OKU beserta ratusan peserta kegiatan sosialisasi yang terdiri dari para ibu-ibu.

Pada sesi penyampaiannya, Kajari OKU melalui Kasi Intelijen memberikan pemaparan materi dengan Tema “Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)”. Di antaranya terkait Undang-Undang (UU) No. 11 tahun 2012 sistem peradilan pidana anak, UU No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan UU No 16 tahun 2019 tentang perubahan No 1 tahun 1974 tentang UU perkawinan.

“Iya, alhamdulillah tadi kami baru sudah diminta oleh pihak penyelenggara sebagai narasumber untuk menghadiri kegiatan penyuluhan diatas. Yang mana pungsi dari kegiatan ini bertujuan untuk lebih menekankan kepada ibu-ibu, khususnya orang tua dalam mendidik anak,” kata Kasi Intel Kejaksaan OKU Abu Nawas, SH saat ditemui di ruangan kerjanya seusai kegiatan.

Dijelaskanya, adapun cara yang bisa dilakukan oleh para ibu supaya bisa menjaga anak dari hal negatif.Yaitu, dengan cara lebih Pendekatan aktif dan lebih Memahami dalam menyikapi setiap permasalahan anak kita, baik itu dengan guru meraka di sekolah Maupun Dilingkungan Rumah.

“Sebaiknya urusan anak jangan diserahkan sepenuhnya kepada pihak lain, ataupun bagi anak yang masih sekolah jangan diserahkan kepada guru mereka saja. Jika kita salah sedikit dalam mendidik anak, sudah banyak contohnya diluar sana meraka salah dalam pergaulan. Ada yang menjadi anak funk (Anjal), narkoba dan lainnya. Akhirnya anak-anak ini nanti malah yang menangani Pemerintah atau aparat, jika sudah demikian kemana masa depan calon penerus bangsa kita,” pungkas Abu Nawas

Sambung dia, ada anak yang melanggar hukum tujuan kami adalah pembinaan bukan penjara. Meraka bisa didepersi (mediasi, red) bukan pidana, jadi mereka akan dipertemukan antara korban dan pelaku supaya mencari solusi. Begitulah peran kami untuk anak tadi, agar si anak bisa terhindar dari pidana demi masa depan mereka,” pungkas Abu Nawas Kasi Intelijen Kejaksaan OKU. Yaman – OKU

Cybertroop Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lintasi Jalan Umum PT Global Angkut Kayu Log Tanpa Dokumen

Kam Nov 21 , 2019
Kepala Kejaksaan Negeri OKU, Sumatera Selatan, Bayu Pramesti, SH yang diwakili Kasi Intelijen Abu Nawas, SH menghadiri kegiatan penyuluhan sosialisasi Upaya Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (KHA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (20/11/19). Selain Kajari OKU, dalam kegiatan yang digelar […]