Komisi I DPRD OKU: KUD PT. Minanga Ogan Harus Kembalikan Tanah Warga Desa Gunung Meraksa ke Pemilik Awal

Puluhan warga Desa Gunung Merak sa, Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel men datangi langsung Kantor DPRD OKU. Kedatangan rombongan warga Desa Gunung Meraksa ini disambut langsung Wakil Ketua DPRD OKU Yudi Purna Nugraha, SH didampingi pimpinan sidang Komisi I Yopi Sahrudin terkait masalah sengketa lahan plasma kebun kelapa sawit seluas 1500 ha yang telah dikelola KUD PT. Minanga Ogan sejak tahun 1994/2019, Mediasi bertempat di ruangan Badan Musyawarah (Bamus) Sekretariat DPRD OKU, baru-baru ini.

Acara dihadiri di antaranya anggota DPRD OKU Sahril Elmi, SE, Mirzagumay, Erlan Abidin, Hendro, H. Rachman Edwin, warga Desa Gunung Meraksa dan pihak KUD PT. Minanga Ogan yang diwakili Prastio, Kamsir, Diki, Yoga, Sulyapa, Khomidi, Leo Nardo, Ketua LSM RIB (Rakyat Indonesia Berdaya) DPC OKU. Mediasi yang dibuka Yopi Sahrudin dari Komisi I DPRD sebagai mediator ini memberikan kesempatan pada kedua belah pihak terkait untuk menyampaikan pandangannya secara tertib.

Dalam paparannya H. Siswanto yang diwakili Kuasa Hukumnya Artolius, SH mengatakan, pihaknya membuka lahan pada tahun 1992 untuk lahan Koperasi Minanga Ogan seluas 1500 ha. “Dan apabila akad kredit sudah lunas, maka Koperasi Minanga Ogan akan mengembalikan lahan perkebunan tersebut kepada pemilik awal tanah, yakni H. Siswanto mantan Kepala Desa Gunung Meraksa sesuai kesepakatan awal,” ungkapnya.

H. Siswanto mengatakan, tanah tersebut tidak semuanya ia jual kepada KUD PT. Minanga Ogan bahkan sekarang KUD Minanga Ogan sudah banyak tumpang tindih kepemilikannya. Ia mengharapkan pihak KUD Minanga Ogan untuk segera menyelesaikan kembali masalah ini dan mengembalikan tanah yang sudah habis masanya itu.

Kamsir dari pihak KUD PT. Minanga Ogan mengatakan, dari pihak KUD PT Minanga Ogan sendiri hanyalah mengurusi lahan masyarakat, dan tidak keberatan bila memang tanah tersebut milik H Siswanto. Sementara dari KUD PT. Minanga Ogan yang diwakili Prasatio mengatakan bahwa pihaknya bersedia untuk kembali mengelola lahan warga. “Kalau memang warga menginginkan pihak koperasi untuk mengelolanya,“ paparnya

Di tempat yang sama, anggota DPRD OKU, Sahril Elmi mengatakan, masalah ini sudah terjadi tumpang tindih. “Sebaiknya pihak koperasi bisa menyelesaikan masalah ini,“ jelasnya. Sementara anggota DPRD OKU, Yudi Purna Nugraha mempertanyakan, apakah bisa kebun KUD menjual-belikan kebun atau memindahtangankan, sedang kan anggota koperasi adalah pemilik lahan sebenarnya.

Dari pihak warga Desa Gunung Meraksa, Robert Jeri Tornado mengatakan, ini semua terjadi karena tumpang tindihnya Sertifikat Hak Milik (SHM) yang tidak punya legal standing. “Bahkan Prasetio mengatakan untuk urusan sertifikat itu pihak BPN bukan wewenang KUD PT Minanga Ogan, karena koperasi tidak mengeluarkan sertifikat,“ jelasnya.

Dari hasil dari pertemuan antara KUD PT. Minanga Ogan dengan warga Desa Gunung Meraksa, Komisi I DPRD OKU melalui Yopi Sahrudin menyimpulkan bahwa pihak KUD Minanga Ogan harus mengembalikan tanah warga Desa Gunung Meraksa ke pemilik awal H. Siswanto Cs. Femy – OKU

Cybertroop Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Keluarga Besar dan Tokoh Marga Huang Bersama Petinggi Polri Gelar Pelantikan di Jakarta

Sen Des 9 , 2019
Puluhan warga Desa Gunung Merak sa, Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel men datangi langsung Kantor DPRD OKU. Kedatangan rombongan warga Desa Gunung Meraksa ini disambut langsung Wakil Ketua DPRD OKU Yudi Purna Nugraha, SH didampingi pimpinan sidang Komisi I Yopi Sahrudin terkait masalah sengketa lahan plasma […]