Kronologi Pengungkapan Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia Medan yang Dibongkar BNN

Direktur Tindak Pidana Narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Eko Daniyanto membeberkan kronologi tentang pengungkapan sindikat narkoba jaringan Internasional Malaysia-Indonesia yang berhasil dibongkar BNN dan berhasil menyita barang bukti sabu seberat 100 Kg.

“Polri terus militan dan akan terus menumpas peredaran narkotika di Indonesia. Karena narkoba musuh negara,” ujar

Brigjen Eko Daniyanto, saat menggelar pres release di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (21-12-2017).

Eko melanjutkan, awal terungkapnya sindikat ini, atas pendalaman yang BNN lakukan terkait pengungkapan kasus narkoba sebelumnya yang berhasil diungkap oleh BNN dengan barang bukti 120 Kg yang berhasil disita.

“Pengungkapan ini atas kerja keras kami dalam kasus dahulu 120 kilo. Kita terus melakukan penyelidikan. Selama 2 minggu informasi didalami, diolah dan akhirnya ada sindikat Aceh yang membawa sabu dari Penang Malaysia ke Belawan,” ujar Brigjen Eko Daniyanto.
Mendapat informasi itu kata Eko, selanjutnya tim berangkat melakukan maping selama seminggu di tempat jalur-jalur yang dialalui para sendikat ini, hal tersebut dilakukan tidak lain untuk memastikan keakuratan data terkait sindikat ini.

Setelah seminggu melakukam maping dan mengumpulkan informasi, akhirnya berhasil menangkap tersangka Arman dan Safii, di rumah neneknya di Jalan Baru Medan dan berhasil mengamankan barang bukti sabu 100 Kg yang ditanam di tanah.

“Dari pengakuan kedua tersangka ini, narkoba tersebut dua kali mereka angkut dari dermaga naik beca dua kali yang mereka kemas dalam karung 5 goni besar dan dua sedang yang ditutup pake triplek. Sabu tersebut dikemas 100 kotak atau 100 Kg,” ungkap Eko.

Kemudian kata Eko, dari pengakuan kedua tersangka, sabu tersebut mereka jemput dari Penang dan diperintah oleh seorang pria bernama Ali dari Penang, dan dari keterangan itu BNN berhasil menangkap Ali di Medan.

Sebagaimana diketahui, BNN berhasil mengungkap dan manangkap tiga pelaku sindikat narkoba jaringan internasional Malaysia dan Belawan (Medan), yakni, AN (30) asal Aceh, SI (28) dan tersangka ES (39) asal Medan.

Tersangka AN berperan sebagai kapten kapal yang membawa narkoba tersebut dari Malaysia ke Indonesia, dan tersangka SI membawa sabu menggunakan boot dan dibawah kerumahnya di Medan, sedangkan tersangka ES berperan sebagai pengendali peredaran narkoba.

“Modus yang digunakan pelaku narkoba jenis sabu dikemas dan dimasukkan kedalam teh cina cina warna kuning dan coklat, dan dilakban hitam kemudian dimasukkan kedalam goni, yang ditanam dalam tanah,” ujar Brigjen Eko Danianto, saat menggelar pres release di BNN Cawang, Jaktim, Kamis (21-12-2017).

Ketiga tersangka tersebut kini diamankan di BNN dan yang bersangkutan terancam dikenakan hukuman mati atau penjara seumur hidup paling singkat kurangan enam tahun paling lama 20 tahun dan denda pidana Rp 1 Milyar dan paling banyak Rp 10 Milyar.  TBN

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Irjen Umar... Sosok ‘Fenomenal’ Polri di 2017

Sab Des 23 , 2017
Direktur Tindak Pidana Narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Eko Daniyanto membeberkan kronologi tentang pengungkapan sindikat narkoba jaringan Internasional Malaysia-Indonesia yang berhasil dibongkar BNN dan berhasil menyita barang bukti sabu seberat 100 Kg. “Polri terus militan dan akan terus menumpas peredaran narkotika di Indonesia. Karena narkoba musuh negara,” ujar Brigjen Eko […]