Olahraga di Bulan Puasa, Siapa Takut?

BULAN penuh berkah ini memberikan kewajiban sekaligus tantangan kepada umat Muslim untuk berpuasa sekaligus berkarya. Namun, bagi Anda yang ingin memiliki tubuh atletis ideal, tantangan Anda “naik” satu tingkat, Anda harus tetap berolahraga selama berpuasa, sementara Anda takut “olahraga” akan membatalkan puasa Anda, atau membuat Anda sangat letih hingga tidak bisa berolahraga.

Untuk itulah, artikel ini khusus disuguhkan untuk menjawab dua pertanyaan penting tentang olahraga saat puasa: kapan dan bagaimana.

Kapan?
Anda pasti enggan berolahraga di siang hari, dan Anda tidak salah. Berolahraga di siang hari saat berpuasa sangat berbahaya karena otomatis Anda tak bisa mengonsumsi cukup protein setelah berolahraga. Tanpa asupan protein yang cukup, justru penguraian otot yang yang akan terjadi. Tak hanya itu, olahraga di siang hari dapat menyebabkan dehidrasi dan tentunya Anda tidak bisa merehidrasi tubuh Anda tanpa membatalkan puasa Anda.

Waktu terbaik untuk berolahraga – baik olahraga kardio maupun latihan beban – adalah kira-kira satu jam sebelum waktu berbuka puasa. Bagi Anda yang ingin mengurangi lemak tubuh kardio di waktu ini sangat dianjurkan, karena tubuh Anda sudah teradaptasi lebih baik dalam membakar lemak-lemak. Begitu pun Anda yang nge-gym, karena Anda bisa segera memulihkan tubuh dengan konsumsi protein dan karbohidrat yang cukup. Tak hanya itu, waktu-waktu sebelum buka puasa adalah waktu yang paling optimal untuk membentuk otot karena kadar testosterone dalam tubuh Anda paling tinggi di waktu tersebut.

Bagaimana?
Bila Anda telah rutin ke gym sebelum memasuki bulan puasa, Anda wajib meneruskannya selama bulan puasa. Hal ini penting karena yang pertama kali anda rasakan adalah Anda akan lebih cepat lelah dan terengah-engah. Efek ini akan makin terasa bila Anda rutin berlatih sejak lama. Selain itu jangan kaget bila jantung anda akan berdebar lebih kencang karena kapasitas paru-paru Anda menyusut, juga volume total darah dalam tubuh Anda. Kekuatan angkatan Anda, untunglah, tidak berkurang terlalu banyak, namun Anda akan merasa kaku di bahu, punggung, dan pinggang.

Strategi mencegah hal ini tanpa mengorbankan puasa Anda sebenarnya sederhana. Pertahankan frekuensi dan intensitas latihan Anda, namun kurangi bebannya hingga 40% – 60%4. Maksudnya adalah, jika Anda rutin ke gym lima kali seminggu, maka tetaplah ke gym lima kali seminggu selama bulan puasa. Bila Anda berlatih lima gerakan dalam satu hari, maka tetap lakukan lima gerakan tersebut. Namun, kurangi beban yang Anda gunakan hingga 40-60% dari beban biasa untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Prinsip ini juga berlaku saat Anda berolahraga kardio.

Jadi, setelah tahu strateginya, Anda tetap akan berolahraga saat bulan puasa, bukan? –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *