Penegak Hukum Diminta, Usut Tuntas Dugaan Kecurangan Proyek P3 TGAI di Gabuswetan, Indramayu

PERKUMPULAN Petani Pemakai Air (P3A) Asjar Jaya Desa Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu Jawa Barat mengakui, dalam pekerjaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) memang tak sesuai spesifikasi.

P3A Asjar Jaya, dengan sengaja memakai matrial bukan pasir pasang, tapi abu batu, semen 2 merk yang batunya dicampur batu belah dengan batu merah.

Lebih parahnya lagi, galian untuk pondasi tidak semua digali. Itupun yang digali diduga hanya sekitar 20 cm. Bahkan yang lebih panjang pemasangan batu pondasi tanpa digali serta tidak dihampar dengan adukan pasir dan semen terlebih dahulu.

Diketahui, masyarakat Desa Gabuswetan merasa kecewa dengan pekerjaan proyek senilai Rp. 195.000.000,- yang terindikasi sarat KKN ini. “Dari awal pembentukan pengurus P3A saudara-saudaranya sendiri dan orang dekatnya, kita sudah duga ada niat yang tidak baik dalam pelaksanaan proyek irigasi yang dibiayai dari uang rakyat ratusan juta rupiah itu,” ungkap masyarakat Desa Gabuswetan bernisial MJ bersama teman-temannya, Sabtu (26/09/2020).

Mereka mengatakan, ternyata dugaan itu terbukti, dalam pekerjaan proyek P3 TGAI tersebut banyak kecurangan. “Kalau pekerjaan proyek irigasi itu tidak sesuai spesifikasi jelas niatnya tidak benar, kita menduga mau mengkorupsi anggaran tersebut,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi, Ketua P3A Asjar Jaya, Fuad didampingi Sekretarisnya mengaku bahwa pekerjaan proyek P3-TGAI yang dikerjakannya tidak sesuai spesifikasi yang ada.

“Mengenai pondasi itu digali, iya tidak semua. Kalau terkait pakai abu batu iya tidak sesuai sepesifikasi, dan memakai mesin molen, itu sebenarnya tidak diperbolehkan, karena pertimbangannya kualitas, maka saya pakai mesin molen itu,” kata Fuad, dengan entengnya di lokasi proyek.

Saat dikonfirmasi terkait pemasangan batu pondasi tanpa adukan pasir dan semen, Fuad juga tidak bisa menjelaskan dan terlihat kebingungan.

Sementara masyarakat Desa Gabuswetan meminta kepada pihak terkait dan aparat penegak hukum agar turun dan mengusut tuntas dugaan kecurangan proyek P3 TGAI tersebut. MBN01 – Indramayu

Cybertroop Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Puskominfo Indonesia : "Media Siber Harus Dikelola dengan Profesional”

Sel Sep 29 , 2020
PERKUMPULAN Petani Pemakai Air (P3A) Asjar Jaya Desa Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu Jawa Barat mengakui, dalam pekerjaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) memang tak sesuai spesifikasi. P3A Asjar Jaya, dengan sengaja memakai matrial bukan pasir pasang, tapi abu batu, semen 2 merk yang batunya dicampur […]