Polres Boyolali Ungkap Kasus Penipuan Modus Ngaku Anggota TNI di Medsos

POLRES Boyolali menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penipuan 17 unit motor atas 7 korban dengan kerugian puluhan juta yang terjadi di wilayah hukum Polres Boyolali, dan 10 lainnya yang terjadi di luar Boyolali (Polres Semarang-red.), Kamis (12/9/2019)

Tersangka, Sudiyar alias Beni warga Mijen, Semarang, harus rela mendekam di ruang tahanan Mapolres Boyolali atas kejahatan yang dilakukannya. Modus tersangka dimulai dari perkenalan lewat media sosial (medsos) kepada para korban, 17 wanita dengan hasil kejahatan 17 unit motor, yang 7 di antaranya dilakukan di wilayah hukum Polres Boyolali.

Parahnya, untuk memperlancar aksi jahatnya, Sudiyar mengaku sebagai anggota TNI di medsos. Padahal sebenarnya tersangka hanyalah jebolan SMP. Lebih miris lagi aksi tersangka dilakukan hanya dalam waktu 3 bulan, antara pertengahan bulan Mei – Agustus 2019.

Dari perkenalan di medsos, aksinya kemudian berlanjut melalui telepon video call. Ini dilakukan untuk menyakinkan para korban. Saat aksi itu dilakukan, tempat kost tersangka pun disetting dengan ciri khas serba militer, kaos loreng, tas warna hijau, help berstiker TNI yang digantung. “Hanya selang 3-4 hari, dilanjut dengan pertemuan di suatu tempat yang sudah disepakati dengan para korban,” aku tersangka dalam konferensi pers.

Selanjutnya, tersangka melakukan aksi jahatnya yang hampir mirip terhadap semua korbannya, antara lain dengan dalih pinjam motor jemput orang tua untuk dikenalkan dengan korban atau untuk membeli pulsa. Bahkan untuk lebih menyakinkan para korban HP dibawa untuk diisi pulsa. Namun setelah ditunggu 1-2 jam, para koran baru sadar kalau mereka telah kena tipu.

Merasa ditipu, para korban, 5 di antaranya melaporkan kasus ini ke Mapolsek Ampel. Mereka di antaranya Afifah Nurmaningrum (20), seorang mahasiswi, warga Tegalduwur, Wonosari, Klaten, Nunik Setyorini (27), perawat, warga Balongsari, Pongangan, Gunung Pati, Semarang, Diyan Setyaningsih (29), Sumber, Trucuk, Klaten, Tri Handayani (23), pelajar, Berab, Donoyudan, Kalijambe, Sragen dan Annisaul Mujahidah (24), Cawan, Jatinom, Klaten. Kelima korban ditinggal di wilayah Kecamatan Ampel dan membuat laporan di Polsek Ampel.

Dalam kasus ini, sebanyak 17 motor yang berhasil dibawa kabur tersangka dengan berbagai merk digadaikan Rp 2 – 2,5 juta, bahkan sudah ada yang jual dan hasil kejahatan tersebut dipakainya untuk main judi dadu. Beruntung, aksi penipuan dan penggelapan tersebut berhasil diungkap jajaran Reskrim Polres Boyolali.

AKBP Kusumo Wahyu Bintoro SH, SiK didampingi Kasat Reskri Iptu Mulyanto, SH MH dan Kasubag Humas AKP Eddy Lillah menjelaskan, tersangka berhasil ditangkap dan pihaknya menerima banyak laporan dari para korban. “Dari laporan korban itu kami tindaklanjuti dan berhasil meringkus tersangka di depan toko daerah Pasar Kartosuro,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP jo 372 tentang penipuan dan penggelapan dengan barang bukti yang diamankan helm berstiker TNI, tas warna hijau, 2 unit motor Vario 125

Terkait penipuan di medsos tersebut, Kapolres mengimbau segenap masyarakat, khususnya para wanita agar tidak mudah terbujuk rayu terutama orang yang baru dikenal lewat medsos. “Hati hati, sangat penting untuk bisa dicek dan memastikan, ditanyakan kepada teman yang lain, untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan tersebut,” kata Kapolres. SEMY/MIKO – JATENG

Cybertroop Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Fantastis, Karyawati Ini Gelapkan Uang Perusahaan Capai Miliaran Rupiah

Jum Sep 13 , 2019
POLRES Boyolali menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penipuan 17 unit motor atas 7 korban dengan kerugian puluhan juta yang terjadi di wilayah hukum Polres Boyolali, dan 10 lainnya yang terjadi di luar Boyolali (Polres Semarang-red.), Kamis (12/9/2019) Tersangka, Sudiyar alias Beni warga Mijen, Semarang, harus rela mendekam di ruang tahanan […]