Apa yang Sebenar nya Terjadi di Desa Nagrak

Apa yang Sebenar nya Terjadi di Desa Nagrak

 

Busernusantar.com Bermain Surat Keterangan Waris atau Akta Keterangan Hak Mewaris perlu dimiliki dalam pembagian warisan dalam aspek apapun bagi setiap warga negara indonesia.

Pada dasarnya untuk menunjuk ahli waris secara sah berdasarkan silsilah atau nasab dari kakek baik ayah dan ibu seseorang untuk mendapatkan warisan tersebut karena pembagian warisan merupakan hal yang cukup sensitif di masyarakat indonesia.

Pasa saat investigasi di lapangan sedikit banyak permasalahan terjadi di dalam pembagian waris yang terjadi disalah satu warga desa nagrak gunung putri yang disalah gunakan dalam pembuatan hak waris tersebut tanpa melibatkan keturunan dari Almarhum H.Rijan yang tertulis diatas kertas bermaterai sebagai dasar pembuatan akte tanah sesuai perundang perundangan agraria
tercantum dalam Pasal 111 ayat (1) huruf c butir 4, Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Surat keterangan ahli waris ini dibuat oleh para ahli waris dengan disaksikan oleh dua saksi dan dikuatkan oleh Kepala Desa/Kelurahan dan Camat tempat tinggal pewaris pada waktu meninggal dunia.

“Jika pewaris adalah WNI atau pribumi, keterangan warisnya cukup dibuat dalam bentuk surat pernyataan dari para ahli waris, yang disahkan oleh lurah dan dikuatkan oleh camat setempat.”

Tapi ada Beda Yang dalam pembuatan surat keterangan waris yang dikeluarkan dari pihak desa oleh Mamad pada waktu itu menjabat ketua Rt 02/05 Desa Nagrak kecamatan Gunung putri pada Saat dikonfirmasi.media pada hari Rabu (30/06) Di kediamannya.

“Beliau menerangkan kan bahwa Pada waktu itu Ada tiga orang Datang ke rumahnya membawa surat salahnya satu ketua Rw ;05 (emad) serta Ata (Anak H kaing ) serta cucunya minta Tanda tangan surat yang di duga pembagian waris Tanah tapi yang di sayangkan Rt Mamad, mengatakan tidak membaca isi surat tersebut tapi langsung Tanda tangan itu pun setelah Emad (Rw O5 ) telpon Bpk Agus Sahrudin (kepala desa Nagrak) yang mengatakan Tanda tangan saja RT itukan anak -anak haji kaing pangkas Pak Agus sahrudin ( kepala desa Nagrak) kepada ketua Rt 02/05 (mamad) (red) Ketika ditanya SPPT dan luas tanah atas nama siapa dan luas berapa .sambil lagag -legeg dia menjawab ada 5000 m kali pak ” Jawab salah cucu H.Kaing.

Cuma sudah ada rumah anak -anaknya H.kaing, kalau tidak salah ada yang kosong sekitar 500 M di samping kuburan pak ,itu juga kalau tidak salah pangkas Rt mamad menambahkan.

Sebagai ketua Rt dilokasi tanah waris ada di wilayah nya, hal yang mustahil kalau dia tidak tahu kronologis tanah dan siapa siapa ahli waris dari Tanah tersebut, pengakuan dan pernyataan dari Pak Rt Mamad di duga ada nya Rekayasa jawaban yang sudah di atur.. Kebenaran tetap akan terungkap walaupun walaupun di tutup serapat mungkin.(red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *