92b9ddb6e29a3584c6ca508ae47a870c

Miris, Kaki Kondektur Putus Tertinggal Dalam Bus Pariwisata Masuk Jurang di Rajapolah Tasikmalaya

Peristiwa
Spread the love

Bus pariwisata PO CTU berada di dasar jurang Jalan Raya Bandung-Rajapolah Tasikmalaya. Satu kaki korban Oci, kondektur, tertinggal dalam bus nahas itu.

TASIKMALAYA, Busernusantara.com, – Miris, nasib Cepi (30), kondektur bus pariwisata PO City Trans Utama (CTU) yang masuk jurang di Jalan Raya Bandung-Rajapolah, Kampung Cireundeu, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022). Warga Dusun Rancakalong RT 03/08, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang itu, tewas dalam kecelakaan tersebut.

Bahkan, satu kaki korban Cepi putus dan masih tertinggal di dalam bus pariwisata yang mengangkut rombongan guru SDN Sayang, Jatinangor, Sumedang dan keluarganya itu. Tubuh Cepi sempat hanyut terseret air sungai di dasar jurang Rajapolah.

“Korban meninggal dunia tiga pasangan suami istri dan satu kondektur bus. Bagian badan kondektur bus sempat hanyut terbawa air sungai dan kakinya tertinggal di dalam bus. Jumlah korban yang mengalami luka berat sebanyak enam orang dan 48 mengalami luka ringan,” kata Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota Kompol Sohet di lokasi kejadian.

Saat ini, ujar Kompol Sohet, petugas masih mencari satu korban yang menurut keluarganya belum ditemukan. Namun menurut keterangan ada yang melihat korban sudah naik ambulans. “Informasi ini masih dilakukan konfirmasi dan akan dibuktikan,” ujar Kompol Sohet.

Diketahui, bus pariwisata PO CTU nopol B 7701 TGA membawa sekitar 59 penumpang, rombongan guru SDN Sayang, Jatinangor, Sumedang dan keluarganya. Mereka hendak berwisata di Pangandaran.

Saat tiba di lokasi kejadian, bus yang dikendarai Dedi Kurnia Ilahi (59), melaju tak terkendali dan menabrak pohon besar di kiri jalan. Setelah itu, bus masuk ke jurang sedalam 20 meter. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat sopir bus Dedi Kurnia Ilahi mengantuk saat mengemudikan kendaraannya.

Baca Juga :  Kakek dan Cucu Meninggal Tersambar Petir Saat Menonton Televisi dan Mainkan Handphone

Informasi yang dihimpun, update jumlah korban tewas empat orang. Tiga orang meninggal di lokasi kejadian dan satu meninggal di rumah sakit. Keempat korban tewas antara lain, Olih Komarudin (64) dan istrinya Esih Sukaesih (59), warga Griya Utama Rancaekek RT 06/9, Desa Rancaekek, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Kemudian, Cepi (30), kondektur bus, warga Dusun Rancakalong RT 03/08, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang dan penumpang bus, Siti Munawaroh (30) Cisempur, Jatinangor, Sumedang.

Sedangkan korban luka ringan dibawa ke Puskesmas Rajapolah dan Jamanis. Sementara, enam korban luka berat dirawat di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Editor : Agus Warsudi