WhatsApp Image 2022 04 01 at 17.20.53

Pastikan Keamanan Bulan Ramadhan, Kota Bogor Terjunkan 500 Personel Gabungan

Polisi Today
Spread the love

Busernusantara.com,-Kota Bogor – Polresta Bogor memastikan Kamtibmas selama bulan Ramadhan berjalan aman dan terkendali. Sedikitnya 500 personel gabungan akan diterjunkan untuk mengamankan Kamtibmas.

“Untuk menjaga Kamtibmas, para petugas akan bekerja maksimal untuk membantu masyarakat dalam melaksanakan kekhusu’an beribadah,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro saat Apel Gelar Pasukan di Alun-alun Kota Bogor, pada Jumat (1/4/2022).

Baca Juga :  Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan menunjukan barang bukti.

Apel Gelar Pasukan itu dilakukan untuk menghadapi Bulan Ramadhan 1443 H/2022 dan Operasi Kurma Raya tahun 2022. Tampak Wali Kota Bogor, Bima Arya memimpin apel dan pemusnahan barang bukti hasil operasi Pekat.

Dalam apel itu, Bima menyampaikan untuk antisipasi adanya kelangkaan bahan pokok yang di Kota Bogor. Hal itu, kata dia, karena dapat menyebabkan potensi konflik di sekitar masyarakat.

Menurutnya, Kamtibmas di Kota Bogor sangat penting terkait peningkatan mobilitas masyarakat. Antisipasi Kamtibmas itu dilakukan agar masyarakat bisa melaksanakan ibadah puasa dengan nyaman.

“Contohnya sahur on the road yang harus diantisipasi di setiap wilayah supaya masyarakat Kota Bogor bisa melaksanakan puasa ini dengan nyaman,” kata Bima.

Baca Juga :  Aksi Heroik Aipda Leonar Gendong Tirta Elisabet dan Bawa ke RS, Kapolda Riau Irjen M Iqbal Akan Berikan Reward

Merespons itu, Kapolresta membeberkan empat dimensi yang akan dilakukan oleh Polresta Bogor Kota selama Ramadhan. Pertama meliputi dimensi ibadah, dipastikan semua tempat ibadah dapat berjalan sesuai ketentuan dan dapat menjalankan ibada dengan khusu’.

“Polresta Bogor Kota akan menerjunkan Polisi Ramdhan untuk mengatur lalu lintas dan menangkal kejahatan lain,” kata dia.

Dimensi kedua berupa kesehatan dengan menggelar sentra sentra vaksin di berbagai tempat yang bekerja sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan, termasuk antisipasi lonjakan para pemudik dan pemeriksaan vaksinasi para pemudik.

Dimensi ketiga masalah ekonomi dengan mengawasi kelangkaan minyak goreng. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan minyak goreng di Kota Bogor untuk menghindari terjadinya panic buying.

Adapun dimensi keempat yakni masalah keamanan. Pihaknya memastikan terus berupaya menekan Kamtibmas dengan operasi Miras, operasi Sajam termasuk begal payudara dan mengamankan knalpot racing.

Dalam pelaksanaannya, Polresta Bogor menyatakan menerjunkan 500 personel gabungan untuk mencegah terjadinya euforia di awal bulan Ramadhan.

Surya Sp