IMG 20220524 WA0094

Pengajuan Anggaran Rp. 1,3 M Untuk 3 Bulan, Komisi 4 DPRD Gresik Beri Catatan Kepada PSSI Gresik

News
Spread the love

 

Busernusantara.com, Gresik – Komisi 4 DPRD Kabupaten Gresik yang dipimpin Ketua Komisinya Muhammad melakukan hearing dengan PSSI Gresik, KONI dan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga di lantai 2 ruang Komisi 4 Gedung DPRD Gresik pada Senin (23/5/2022).

Kegiatan hearing ini, berkaitan dengan roda kegiatan cabang olahraga sepakbola yang padat di tahun 2022 ini memaksa pengurus organinassi PSSI Kabupaten Gresik melalui KONI mengajukan anggaran kegiatan tambahan.

Baca Juga :  Musisi Anji Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Polisi : Urine Positif THC

Selain itu menurut informasi yang berkembang KONI Gresik sendiri juga mengajukan anggaran kegiatan tambahan untuk cabang olahraga dibawah naungannya.

Terkait PSSI Gresik yang mejadi sorotan DPRD Gresik, Ketua Komisi 4 DPRD Gresik Muhamad mengatakan
dari pihak PSSI mengajukan anggaran sebesar Rp. 2,3 Miliar melalui KONI, cuman persoalannya saat diajukan terjadi pandemi covid 19 sehingga tidak bisa terealisasi.

” Karena banyak kegiatan dipertengahan tahun ini, PSSI mengajukan anggaran Rp. 1,3 miliar. Namun kami dari pihak DPRD Gresik ingin tahu dipergunakan untuk apa anggaran Rp. 1,3 M itu sehingga kami butuh rincian, ” paparnya.

Baca Juga :  Tokoh Banten : H.Buya Sujana Karis Mengucapkan Selamat Atas Masa Perpanjangan Jabatan Dr. AL Muktabar, M.Sc Sebagai PJ Gubernur

Lebih lanjut Muhammad menegaskan kalau memang rinciannya segera bisa kita pelajari, dan itu memang perlu diajukan, maka akan diajukan ke badan anggaran.

Dalam hal ini, Komisi 4 memberikan catatan penting kepada pengurus PSSI terkait pengajuan anggaran Rp. 1,3 M tersebut.

” Pertanyaannya, apakah nanti setelah diajukan anggarannya, PSSI bisa menyerap anggaran tersebut, karena waktunya hanya 3 bulan. Sehingga kita di Komisi 4, menyarankan PSSI supaya menganalisa dulu secara detail dan bagus. Apakah kegiatannya tersebut mampu menyerap dalam 3 bulan,” pungkasnya.

Senada, Sekum KONI Kabupaten Gresik Imam Junaedi membenarkan bahwa anggaran yang diajukan PSSI tahun 2022 sebesar Rp. 2,3 miliar, dan terealisasi Rp. 1,75 miliar sedangkan untuk sisa kegiatan ini PSSI membutuhkan anggaran sebesar Rp. 1,3 miliar.

” Kami dari KONI tidak bisa berbuat apa-apa tanpa adanya Komisi 4 DPRD, dan kita sudah membantu memperjuangkan anggaran itu. Soalnya, kita di KONI nantinya juga butuh anggaran lagi melalui PAPBD untuk reward atlit di proprov,” ungkapnya.

Dan kami rasa, untuk penyerapan anggaran sebesar Rp. 1,3 miliar dalam waktu 3 bulan nantinya juga akan susah, tandas Junaedi.

Di tempat terpisah, Ketua PSS Gresik Rofiqi mengatakan ini kehormatan bagi PSSI pada hearing kali ini dimana teman-teman Komisi 4 DPRD sangat supporting banget terhadap anggaran yang dibutuhkan baik di PAK tahun ini maupun di tahun 2023.

” Saya pastikan pada hearing kali ini, akan memberikan keputusan yang diambil Komisi 4 DPRD, satu tujuan anggaran yang diajukan PSSI akan direalisasikan,” terangnya.

Yang jelas, kita akan lakukan permintaan Komisi 4 terkait realisasi kegiatan PSSI yang lebih transparans dan real. Apalagi tahun ini, PSSI banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan, seperti pengembangan usia muda, Liga 3 serta piala Suratin usia15, 16 dan 17.

” Terkait kebutuhan ini, kita sampaikan di angka fix Rp. 1,3 miliar melalui PAK 2022. Dan saya berharap Komisi 4, benar-benar bisa merealisasikan permintaan PSSI tersebut, ujarnya yakin.

Apa yang disampaikan Sekum KONI Gresik terkait jumlah anggaran yang diajukan PSSI diamini oleh Rofiqi. Namun kali ini PSSI tidak bisa mengajukan anggaran dua kali ke KONI Gresik karena terbentur aturan.

” Sesuai aturan yang ada, kita tidak bisa ajukan anggaran lagi ke KONI, maka untuk menutupi kekurangan anggaran bagi kegiatan PSSI tersebut di tahun 2022 ini, kami melalui hearing dengan Komisi 4 DPRD Gresik berupaya mengajukan anggaran lagi melalui dinas terkait, yakni Dinas pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga,” jelas dia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Sutaji Rudy menjelaskan bahwa memang anggaran yang diajukan sesuai porsinya, kalau anggarannya PSSI segitu ya monggo, dan anggaran KONI segitu ya monggo. Jadi adanya kita kembalikan kepada yang bersangkutan.

” Jadi teman-teman PSSI mengajukan anggaran tambahan Rp. 1,3 miliar, dan memang kita lihat kecil, karena bal-balan butuh anggaran gede. Semoga diterima Dewan,” tuturnya. (Bram BN)