News

Respon Desakan Ormas JBB DPRD Lebak Bentuk Pansus Tambang Ilegal PT SBJ dan PT MUK Cibeber

Spread the love

 

Lebak,(BN)-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Lebak akan membahas kedua perusahaan yang melakukan penambangan emas liar di wilayah kecamatan Cibeber,PT Multi Utama Kreasindo (MUK) dan PT Samudera Banten Jaya (SBJ) dalam rapat Panitia Khusus DPRD (Pansus).

Hal tersebut disampaikan langsung ketua DPRD Lebak, M. Agil Zulfikar,.SIP didampingi Wakil Ketua II DPRD Lebak fraksi PDI Perjuangan Junaedi Ibnu Jarta, S.Hut di kantor DRPD Lebak seusai digelarnya rapat Bamus pada kamis 15/06/2023.

Di depan Pembina, Ketua, dan Sekjen Jawara Banten Bersatu DPD Lebak, Ketua DPRD Lebak, M. Agil Zulfikar., SIP mengungkapkan bahwa bentuk keseriusannya sebagai wakil rakyat yang berkewajiban untuk merespon aspirasi masyarakat dalam persoalan kedua perusahaan yang melakukan penambangan liar di wilayah Kecamatan Cibeber tersebut. DPRD akan buktikan dengan dibentuknya Pansus sebagai political Will serta pengejawantahan responsibilitas terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan Ormas JBB kepada DPRD Lebak yang diamini oleh Junaidi Ibnu Jarta, S. HUT., selaku wakil ketua II DPRD Lebak.

“Pasca teman-teman ormas Jawara Banten Bersatu (JBB-red) kabupaten Lebak mempressure kami dengan menggelar aksi unjuk rasa pada 16 Mei, saya bersama wakil ketua 2 terus melakukan pembahasan dan pendalaman terhadap aspirasi yang disampaikan oleh Ormas JBB. Kesimpulannya, untuk menindaklanjuti temuan-temuan Ormas JBB terkait dua perusahaan penambangan emas itu, kami membentuk Panitia Khusus (Pansus)” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut ketua Ormas Jawara Banten Bersatu Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Lebak H.Guntur Gunawan didampingi Pembina JBB Lebak, Ade Irawan, dan Sekretaris Jenderal Albert Alpian menyatakan bahwa JBB akan terus mengawal proses ini sampai tuntas.

Baca Juga :  Buntut Kaburnya Bandar Narkoba di Lapas Tangerang, Narapidana Narkoba dipindahkan ke Lapas Standar Keamanan Maksimal.

“Keluarga besar JBB akan terus mengawal persoalan PT Mitra Utama Kreasindo dan PT Samudera Banten Jaya yang aktif melakukan aktifitas penambangan emas namun keberadaan perijinannya patut dipertanyakan terutama Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan pengelolaan Water Treatment Plant (WTP)-nya. Kami tidak rela sedikitpun, sumberdaya alam yang ada di wilayah kecamatan Cibeber tersebut dikeruk keuntungannya oleh kedua perusahaan tersebut sementara masyarakat sekitar hanya menikmati dalam bentuk lingkungan yang tercemar dan ekosistem yang rusak. Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua dan Wakil Ketua 2 DPRD Lebak beserta jajaran Badan Musyawarah (Bamus) yang telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyikapi PT MUK dan PT SBJ” tutur ketua DPD JBB Lebak, H. Guntur Gunawan.

Mereka pun menerangkan jadawal waktu penbahasan pansus yang digelar di gedung DPRD Lebak.

“Rabu tanggal 21 pekan depan pun kami akan rapat dengar pendapat dengan dinas ESDM dan DLHK provinsi Banten untuk membahas keberadaan PT MUK dan PT SBJ. Surat permohonan audiensinya sudah kami layangkan. Jika kedua leading sektor tersebut tidak mengindahkan permohonan kami maka JBB akan menggelar aksi unjuk rasa dengan kekuatan seribu massa” pungkas H. Guntur Gunawan kepada awak media.

Kontributor Lebak
Jurnalis: Toton M,Heru KZ,Babang Idan
Editor : Asep ZU.SH