3e5247f52a44f83bb3bd86bd057b2fcd

Satu Keluarga Diserang Tukang ES, Ibu dan 2 Anaknya Tewas, Bocah 6 Tahun Dihabisi Saat Tolong Ibu

Hukum & Kriminal
Spread the love

Ilustrasi. Ibu dan 2 anaknya meninggal dunia setelah diserang oleh tukang es.

Buser Nusantara.com, – Satu keluarga di Kalimantan selatan diserang oleh tukang es.

Akibatnya ibu dan 2 anaknya tewas setelah mendapatkan serangan tersebut.

Dalam kejadian tersebut anak pertama korban meninggal di tempat.

Sedangkan sang ibu dan satu anaknya lagi meninggal saat di rumah sakit.

Ketiga korban yakni sang ibu, N (34) dan dua orang anaknya MF yang masih berusia 4 tahun dan NM, 6 tahun.

Insiden pembunuhan ini terjadi di rumah korban yang berlokasi di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pelakunya yakni seorang pemuda berinsial MI (21) yang merupakan pedagang es.

Korban NM yang berusia 6 tahun tewas dilokasi kejadian saat hendak menyelamatkan ibunya.

Saat itu, NM berusaha menolong ketika ibunya dianiaya oleh pelaku MI di dalam kamar.

MN pun melempar bantal ke arah MI berharap hal tersebut dapat menolong ibunya.

Namun, pelaku MI langsung menusuk NM dengan pisau hingga menyebabkan korban tewas di tempat.

“Tersangka menusuk terlebih dahulu ke arah dada korban,”

“Yang membuat korban NM jatuh ke kasur dengan kondisi mengeluarkan darah,” terang Kepala Seksi Humas Polres Tanah Bumbu AKP Ibrahim Made.

Sementara itu, ibunya yakni N dan balitanya MF meninggal dunia di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan selama 4 hari.

“Iya betul, sempat kritis tapi tak tertolong dan dinyatakan meninggal. Korban meninggal ibu dan anaknya yang masih berusia 4 tahun,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Tanah Bumbu AKP Ibrahim Made Rasa dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, Minggu (5/6/2022).

Kejadian ini bermula saat korban N memesan es kepada MI dan meminta agar diantarkan ke rumah.

Baca Juga :  Polres Pati Ungkap Kasus Manipulasi Data Elektronik dan Akun Fiktif

Namun sampai di rumah, es yang dibawa MI tumpah oleh korban hingga membuatnya kesal.

“Setelah tiba di rumah korban, ternyata es tersebut ditumpahkan oleh korban,” kata AKP Ibrahim, Sabtu (4/5/2022).

MI yang emosi langsung menyerang ibunda NM tepatnya di kamar korban.

Ibunda NM sempat memberontak hingga menyebkan pelaku semakin menganiaya korban.

“Tersangka panik lalu memegang kepala korban dengan menggunakan tangan kiri sedangkan tangan kanan tersangka memegang sebilah pisau,”

“Di mana pada saat itu posisinya berada di dalam kamar korban,” jelasnya.

Melihat sang ibunda dianiaya, NM berniat menolong tapi malah berakhir tragis.

NM melempar bantal ke arah MI berharap hal tersebut dapat menolong ibunya.

Namun, MI langsung menusuk NM dengan pisau hingga menyebabkan korban tewas di tempat.

“Yang membuat korban NM jatuh ke kasur dengan kondisi mengeluarkan darah,” tambahnya.

Adik NM yang masih berusia 4 tahun melakukan hal lain untuk membantu sang ibunda.

Namun nasibnya sama seperti NM, sang adik juga menjadi sasaran serangan MI hingga tersungkur.

Melihat dua anaknya terluka parah, ibunda NM langsung memberikan perlawanan dengan merebut pisau dari tangan MI.

Namun hal tersebut malah membuat ibunda NM mengalami luka yang cukup parah.

“Hal itu membuat tangannya mengalami luka sobek. Di situ MI langsung membunuh korban,” sambungnya.

NM tewas di tempat sementara ibunda dan adiknya mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Namun sayangnya, dua korban tersebut hanya bertahan 4 hari di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Iya betul, sempat kritis tapi tak tertolong dan dinyatakan meninggal,”

“Korban meninggal ibu dan anaknya yang masih berusia 4 tahun,” ujar AKP Ibrahim Made Rasa, Minggu.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Turun Tangan Selidiki Dugaan Pembunuhan WNA di Tangerang Selatan

Saat kejadian, pelaku sempat kabur dari jendela belakang rumah karena mengetahui tetangga mulai berdatangan.

“Tetangga sebelah kiri korban berusaha melihat ke dalam rumah kemudian saksi melihat korban sudah berdarah,”

“Tersangka yang mengetahui kehadiran saksi langsung menuju ke dapur lalu kabur dengan melompat melalui jendela belakang ruang dapur,” pungkasnya.

Pelaku Ditangkap

Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil menangkap pelaku penyerangan ibu dan dua orang anaknya hingga menewaskan salah satu anaknya yang berusia 6 tahun.

Kepala Seksi Humas Polres Tanah Bumbu, AKP Ibrahim Made Rasa mengatakan, pelaku MI (21) ditangkap tim gabungan Polres Tanah Bumbu dan Polda Kalsel di tempat persembunyiannya di Desa Penyolongan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu.

“Betul, pelakunya sudah kita tangkap,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi, Sabtu (4/5/2022).

Pelaku MI sebelumnya menyerang seorang ibu, N (39) dan dua orang anaknya masing-masing NM (6) dan MF (4) pada, Kamis (2/6/2022).

Akibat penyerangan itu, NM tewas di tempat kejadian dan dua lainnya kritis. “Usai menyerang para korban, pelaku kemudian kabur melalui jendela rumah korban,” jelasnya.

Salah satu tetangga yang mendengar suara jeritan kemudian bergegas ke rumah korban. Alangkah kagetnya dia melihat tiga korban tergelatak bersimbah darah.

Beruntung tetangga korban masih sempat melihat pelaku kabur melalui jendela belakangan rumah korban.

“Pelapor mendatangi ke rumah tersebut dan melihat banyak darah di gorden kamar korban kemudian pelapor kembali ke rumah untuk mencari bantuan. Setelah itu pelapor kembali ke rumah tersebut dan melihat pelaku keluar dari kamar dan langsung lari ke arah dapur,” ungkapnya.

Karena perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 351 dan 338 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman kurungan di atas 10 tahun penjara.