WhatsApp Image 2022 02 05 at 12.00.32

Sosialisasi stunting di kecamatan pondok Melati hadirkan anggota DPRD Jabar

Kabar Daerah
Spread the love

Busernusantara.com,-Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting dilingkungan masyarakat terlebih kecil lingkungan keluarga.

Dr. M.Yani M.kes PKK Team KIE BKKBN Menerangkan Stunting adalah masalah kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usia anak tersebut”

Baca Juga :  Bupati Lutim Jadi Narasumber Pada Dialog Nasional Muswil I KKLR BPW Sulsel

Kondisi tubuh anak yang pendek dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya ucapnya (27-12_-2021).

Seperti diketahui, gen tubuh merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Baca Juga :  Vaksinasi Perdana Pejabat Kabupaten Cirebon, Berlangsung Lancar
Baca Juga :  Sukses Pengamanan Pemilu 2019 Polresta Terima Penghargaan Dari KPU Kota Denpasar

Sementara ditempat yang sama perwakilan DPRD provinsi Jawa Barat menerangkan “Salah satu fokus pemerintah provinsi Jawa Barat saat ini adalah pencegahan stunting, bertujuan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global papar Heri koswara MA.

Acara tersebut turut Pimpinan Saka Kencana Nasional
Dr Hernalom Gultom MM Tim KIE BKKBN & Ketua Harian pin saka kencana nasional dan Bapak Dani selaku tuan rumah

Seluruh kegiatan berjalan lancar dan ditutup oleh Ustadz Zaki.

Yusup.