WhatsApp Image 2022 02 05 at 11.51.33

Kecamatan jati asih Kota Bekasi laksanakan sosialisasi stunting pada Warganya

Kabar Daerah
Spread the love

Busernusantara.com,Kecamatan Jati Asih kota bekasi Mempersiapkan generasi sehat sejak lahir hingga dewasa tentunya BKKBN kota bekasi gencarkan program anti stunting pada balita yang baru lahir.

karena stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia dua tahun pada setiap wilayah kecamatan diindonesia Kondisi tersebut harus segera dientaskan karena dapat menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045 yang turut dihadiri oleh Camat Jati asih Hj. Mariana Spd.,M.si yang bertempat digedung serba guna perum Angkasa Puri jalan rambutan raya RT.010/10 jati mekar.

Baca Juga :  REFOKUSING ANGGARAN PEMBANGUNAN UNTUK PENANGANAN COVID-19
Baca Juga :  Kecamatan Bogor barat Ceheck Point' Vaksin Booster Bagi warga masyarakat yg melintas

Ketua team KIE BKKBN dan sekaligus Ketua Harian pin saka kencana nasional Dr. Hernalom Gultom menjelaskannya dihadapan audiens yang berada di aula kecamatan Jati Asih, Apa sih stunting itu?

Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Baca Juga :  Hindari Penyeberang Jalan Bus Murni Jaya Tabrak Pagar Rumah Warga Cikedal

Karena mengalami kekurangan gizi menahun, bayi stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumurnya.

Tapi ingat, stunting itu pasti bertubuh pendek, sementara yang bertubuh pendek belum tentu stunting. Kenapa stunting ini menjadi penting? Masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. Hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting berada pada 27,67 persen pada tahun 2019.

Baca Juga :  Penyaluran BPNT Kabupaten Cirebon Carut Marut, Kadinsos Menolak Ikut Campur

Walaupun angka stunting ini menurun, namun angka tersebut masih dinilai tinggi, mengingat WHO menargetkan angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen. Seluruh kegiatan berjalan lancar dengan penerapan standard protokol kesehatan.

Yusup Bahtiar.